Apa Yang Dimaksud Prototype Produk ?

Perhatian terhadap kualitas terbaik bukanlah produk akhir (barang jadi), tetapi pada saat pengembangan produk awal sehingga produk akhir yang dibuat adalah produk yang bebas cacat dan tidak ada lagi pemborosan. Terus banyak yang bertanya apa yang dimaksud prototype produk ?

Apa Yang Dimaksud Prototype Produk ?

Yang dimaksud prototyping adalah bentuk dasar dari suatu produk sebagai level penting dalam ide pengerjaan produk karena terlibat dalam kelebihan produk yang akan menentukan perkembangan suatu usaha di masa yang akan datang.

Dikatakan sebagai level penting karena prototype produk dirancang untuk diberikan kepada pelanggan setia (lead users) sehingga konsumen setia dapat mencoba kinerja arketipe tersebut.

Lebih jauh lagi, jika konsumen setia mendapat protes atau saran terkait prototipe, itulah sebabnya industri membutuhkannya untuk proses pembaharuan Prototipe produk.

Menciptakan mekanisme pengembangan produk yang dilakukan secara bersama antara industri dan konsumen setia dalam upaya memenuhi kepuasan konsumen (konsumen) yang loyal.

Prototype Produk

Tujuan Prototype Produk

Sebenarnya, ke mana arah Prototype? Prototype mempunyai tujuan agar produk yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan pasar. Prototype berfungsi sebagai jembatan antara produsen dan pelanggan untuk mewujudkan produk yang tepat. Sehingga produk yang dikeluarkan lebih disukai oleh konsumen.

Ada Prototipe yang dapat mengirit biaya produksi karena produsen tak perlu melakukan ‘trial and error’. Dapat dipikirkan, berapakah biaya produksi bila produsen tidak mempunyai skema dasar dan asal produk.

Para pebisnis juga bisa menghemat waktu untuk melakukan riset jika sudah menentukan Prototype. Pasalnya, produk yang dibuat sudah memiliki ide dan sample yang sesuai dengan kebutuhan pasar, walaupun ada saran dari customer.

Baca juga : Cara Bisnis Online Makanan Untuk Pemula Tanpa Bikin Ribet

Tingkat Prototipe Produk

Berikut beberapa tingkat prototipe produk yang perlu pebisnis ketahui :

1. Pendefinisian produk

Sebagai interpretasi ide teknis yang berkaitan dengan kebutuhan dan sikap pelanggan dalam bentuk sebuah desain, menghitung faktor legal produk dan faktor legal termasuk keamanan dan perlindungan pelanggan.

2. Model kerja

Madel tidak harus merepresentasikan peran produk secara keseluruhan dan dibuat dengan rasio yang sederhana untuk menunjukkan ide mengerjakan produk dan menemukan beberapa hal yang tidak sesuai dengan ide yang telah dibuat. Model kerja dibuat untuk menguji tolok ukur fungsional dan membantu merancang arketipe eksperimental.

3. Prototipe eksperimental

Dibuat mirip dengan model kerja tetapi mengalami perubahan tingkat komplikasi atau kelebihan dari model kerja, dibuat untuk mencapai tingkat kualitas teknis tertentu sehingga dapat dilanjutkan sebagai pola dasar produksi atau dilanjutkan di tingkat produksi.

Pola dasar eksperimental ini dibuat dengan tujuan untuk menguji kinerja operasional dan kebutuhan untuk merancang mekanisme produksi.

4. Prototipe produksi

Bentuk terencana dengan semua peran operasional untuk menentukan persyaratan dan sistem produksi ditunjukkan pada rasio aktual dan dapat menghasilkan data kinerja dan produk serta daya tahan bagian.

5. Poin produksi yang memenuhi syarat

Dibuat dengan rasio penuh dan dibuat di tahap awal dalam jumlah kecil untuk memastikan produk memenuhi semua bentuk standar atau ketentuan yang berlaku untuk produk umumnya untuk pengujian ke publik.

Untuk memperdalam produk yang akan dibuat secara komersial, produk tersebut perlu masuk ke pasar untuk menyaksikan produk ancaman yang terjadi; misalnya: keselamatan, regulasi, kewajiban, resistensi dan kerusakan (keausan), pelanggaran, transisi titik impas dan polusi, dan risiko yang diperlukan untuk meningkatkan program pemasaran.

6. Model

Sebagai alat peraga yang serupa dengan produk yang akan dibuat (look-like-model). Visualisasikan dengan jelas bentuk dan kinerja produk baik pada rasio yang diperbesar, 1: 1 atau yang diperkecil untuk memastikan bahwa produk yang akan dibuat sesuai dengan lingkungan produk atau lingkungan pengguna.

Secara singkat pengertian prototype adalah bentuk yang efisien dalam mengkomunikasikan ide produk tetapi tidak boleh seperti bentuk produk yang sebenarnya karena berisiko ditiru oleh informan melalui produk akhir.

Contoh Prototipe

Contoh sederhananya begini, seorang pebisnis ingin meningkatkan produk kecantikan. Selanjutnya, dia menganalisis kebutuhan pelanggan, produk kecantikan apa yang diharapkan pelanggan. Ternyata, sebagian besar konsumen menginginkan produk kecantikan yang bebas bahan kimia.

Analisis pasar menunjukkan, pelanggan menginginkan produk kecantikan dari bahan alami. Dari analisis pasar ini, perusahaan memutuskan pola dasar produk kecantikan yang terbuat dari bahan alami sebagai sampel dan diperkenalkan ke pasar.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Prototipe memiliki peran penting dalam dunia bisnis terutama dalam menyukseskan produk yang akan dikeluarkan. Ada poin utama agar Prototipe berhasil, yaitu mendeskripsikan aturan main antara produsen dan pelanggan. Keduanya harus setuju jika Prototipe dibuat untuk menggambarkan tujuan.

Post Author: Rihana Sibogandi

Sangat senang dengan dunia bisnis sehingga saya tertarik untuk menulis catatan online di tsar5e.com dan saya berharap apa yang sudah saya pelajari bisa berguna untuk semua orang yang membaca di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.